Wisata bahari kerap disamakan dengan liburan ke pantai. Padahal, pantai hanya salah satu bagian dari cakupan wisata ini. Kegiatannya bisa berlangsung di kawasan pesisir, laut, pulau-pulau kecil, hingga lingkungan bawah laut.
Memahami apa itu wisata bahari menjadi lebih mudah jika melihat lokasi, daya tarik, dan aktivitasnya. Rekreasi di pantai, berlayar, snorkeling, hingga diving sama-sama dapat berada dalam konteks wisata bahari.
Apa Itu Wisata Bahari?
Wisata bahari adalah kegiatan wisata alam yang berlangsung di wilayah pesisir, laut, atau pulau-pulau kecil. Kegiatannya dapat mencakup wisata pantai, aktivitas di permukaan laut, hingga wisata bawah laut seperti snorkeling dan diving yang memanfaatkan lingkungan bahari sebagai daya tarik wisata.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2026, wisata bahari didefinisikan sebagai kegiatan wisata alam yang berlangsung di wilayah pesisir, laut, dan/atau pulau-pulau kecil.
Definisi tersebut memberi batas yang cukup jelas. Wisata bahari tidak terpaku pada satu kegiatan karena bentuk pengalamannya dapat berbeda sesuai lokasi dan daya tarik alam yang dimanfaatkan.
Kamus Hukum JDIH Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat bahwa sejumlah regulasi terdahulu membagi ruang lingkup wisata bahari ke dalam wisata pantai, wisata bentang laut, dan wisata bawah laut. Pembagian ini membantu menggambarkan luasnya kegiatan bahari, dari kawasan pesisir sampai lingkungan di bawah permukaan laut.
Apa Perbedaan Wisata Bahari dan Wisata Pantai?
Wisata pantai dapat menjadi bagian dari wisata bahari, tetapi keduanya tidak memiliki cakupan yang sama. Wisata pantai lebih berfokus pada pengalaman rekreasi di kawasan pantai atau pesisir.
Cakupan wisata bahari lebih luas. Aktivitasnya dapat berlangsung di pantai, permukaan laut, maupun lingkungan bawah laut.
Rekreasi di kawasan pantai, misalnya, dapat masuk dalam konteks wisata bahari di wilayah pesisir. Snorkeling dan diving juga termasuk aktivitas bahari meskipun kegiatannya tidak berpusat di daratan pantai.
Cara membedakannya cukup sederhana: jangan hanya melihat keberadaan pantainya. Perhatikan pula lingkungan tempat kegiatan berlangsung dan daya tarik bahari yang dimanfaatkan.
Apa Saja yang Termasuk Wisata Bahari?

Bentuk kegiatan wisata bahari cukup beragam. Berdasarkan klasifikasi kegiatan yang pernah digunakan Badan Pusat Statistik, contohnya antara lain rekreasi pantai, selancar, berlayar, memancing di laut, menyelam, dan snorkeling.
Agar cakupannya lebih mudah dipahami, aktivitas tersebut dapat dilihat dari lingkungan tempat kegiatan dilakukan.
Wisata Pantai dan Kawasan Pesisir
Pantai merupakan salah satu lingkungan yang paling mudah dikenali dalam wisata bahari. Berbagai kegiatan rekreasi dapat berlangsung di kawasan pesisir dengan memanfaatkan kondisi pantai dan laut sebagai daya tarik.
Daya tarik bahari juga tidak selalu berupa hamparan pasir. BPS turut memasukkan hutan mangrove, taman laut, serta fauna yang hidup di laut dan sekitar pantai sebagai daya tarik yang berkaitan dengan wisata bahari.
Karena karakter lingkungannya berbeda, pengalaman yang ditawarkan setiap kawasan pesisir pun tidak selalu sama.
Aktivitas di Permukaan Laut
Sebagian kegiatan justru berlangsung langsung di permukaan laut. Di sinilah cakupan wisata bahari terlihat lebih luas daripada sekadar beraktivitas di tepi pantai.
Beberapa contohnya meliputi:
- surfing atau selancar;
- berlayar;
- memancing di laut;
- parasailing.
Daftar tersebut hanya menggambarkan beberapa bentuk aktivitas wisata bahari. Kegiatan yang tersedia dapat berbeda mengikuti karakter masing-masing kawasan wisata.
Wisata Bawah Laut
Di bawah permukaan laut, wisata bahari memiliki bentuk pengalaman lain. Snorkeling dan diving menjadi dua contoh kegiatan yang berkaitan langsung dengan daya tarik lingkungan bawah laut.
Aktivitas tersebut dapat dilakukan dalam konteks taman laut maupun kehidupan laut yang menjadi daya tarik suatu kawasan. Karena berlangsung di lingkungan laut dan berkaitan dengan objek bawah laut, snorkeling dan diving mudah dikenali sebagai bagian dari wisata bahari.
Manfaat Wisata Bahari
Nilai wisata bahari tidak berhenti pada pengalaman wisatawan. Jika dikelola dengan tepat, kegiatan wisata juga dapat berkaitan dengan peluang ekonomi masyarakat pesisir dan upaya menjaga sumber daya laut.
Dampak tersebut bukan sesuatu yang muncul secara otomatis. Hasilnya tetap bergantung pada cara kawasan wisata dikelola dan bagaimana masyarakat dilibatkan.
Memberikan Pengalaman Rekreasi dan Kesempatan Mengenal Lingkungan
Bagi wisatawan, kegiatan bahari dapat menjadi sarana rekreasi sekaligus kesempatan untuk mengenal lingkungan pesisir dan laut lebih dekat.
Kawasan mangrove, taman laut, maupun aktivitas snorkeling memberi kesempatan melihat lingkungan yang menjadi daya tarik kawasan bahari. Pengalaman semacam ini membuat wisata tidak hanya berpusat pada kegiatan di daratan.
Membuka Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir
Wisata bahari juga dapat membuka ruang bagi kegiatan ekonomi di kawasan pesisir. Dalam konteks program Desa Wisata Bahari, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengaitkan pengembangan wisata dengan pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan.
Artinya, kawasan wisata tidak hanya dilihat dari sisi orang yang datang berkunjung. Keterlibatan masyarakat dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal yang tumbuh di sekitarnya.
Tetap ada batas yang perlu diperhatikan. Peluang ekonomi tidak berarti pendapatan masyarakat pasti meningkat karena hasilnya bergantung pada pengelolaan kawasan, keterlibatan warga, dan kondisi setiap destinasi.
Mendukung Konservasi jika Dikelola Berkelanjutan
Pesisir dan laut merupakan bagian dari daya tarik utama wisata bahari. Karena itu, pengelolaan wisata bahari juga perlu memperhatikan kelestarian lingkungan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkan konservasi serta pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dalam konteks pengembangan Desa Wisata Bahari.
Hubungan tersebut tidak berarti semua kegiatan wisata otomatis memberi dampak positif bagi lingkungan. Konservasi tetap bergantung pada bagaimana kawasan dan aktivitas wisata dikelola.
Contoh Wisata Bahari di Indonesia
Wisata bahari di Indonesia dapat hadir dalam berbagai bentuk kawasan dan kegiatan. Pantai, hutan mangrove, taman laut, perairan di sekitar pulau-pulau kecil, hingga lokasi snorkeling dan diving dapat berada dalam konteks wisata bahari.
Kawasan pantai dapat dimanfaatkan untuk rekreasi berbasis pesisir. Di laut, aktivitasnya dapat berupa berlayar atau memancing, sementara lingkungan bawah laut memberi ruang bagi kegiatan seperti snorkeling dan diving.
Karena itu, memahami contoh wisata bahari tidak harus dimulai dari daftar nama destinasi populer. Cara yang lebih sederhana adalah melihat tiga unsur: lokasi kegiatan, daya tarik bahari yang tersedia, dan aktivitas yang dilakukan.
Dari tiga unsur tersebut, terlihat bahwa wisata bahari tidak berhenti di garis pantai. Pengalamannya dapat berkembang dari kawasan pesisir sampai lingkungan bawah laut.
Cara Menikmati Wisata Bahari dengan Lebih Bertanggung Jawab
Lingkungan menjadi bagian dari daya tarik wisata bahari, sehingga cara menikmati kawasan juga perlu menyesuaikan aturan yang berlaku di masing-masing destinasi.
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan:
- mengikuti ketentuan di kawasan wisata;
- menjaga kebersihan selama berada di pantai atau laut;
- tidak merusak objek maupun lingkungan yang menjadi daya tarik;
- menghormati masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi.
Prinsip tersebut menempatkan wisatawan sebagai bagian dari kegiatan wisata yang lebih bertanggung jawab. Untuk aturan yang bersifat teknis, tetap ikuti ketentuan di destinasi karena karakter setiap kawasan dapat berbeda.
Kesimpulan
Wisata bahari dapat dikenali melalui tiga unsur utama: lokasi, daya tarik, dan aktivitasnya. Pantai menjadi salah satu bagian, tetapi cakupannya juga menjangkau kegiatan di permukaan hingga bawah laut.
Sebelum memilih aktivitas atau destinasi, kenali karakter kawasan dan kegiatan yang tersedia. Pengalaman wisata tetap bisa dinikmati sambil mengikuti aturan destinasi serta memperhatikan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
FAQ Seputar Wisata Bahari
Apa yang dimaksud dengan wisata bahari?
Wisata bahari adalah kegiatan wisata alam yang berlangsung di wilayah pesisir, laut, atau pulau-pulau kecil. Bentuk kegiatannya dapat mencakup wisata pantai hingga aktivitas di laut dan bawah laut.
Apakah wisata pantai termasuk wisata bahari?
Ya, wisata pantai dapat menjadi bagian dari wisata bahari. Namun, wisata bahari memiliki cakupan lebih luas karena juga dapat meliputi kegiatan di laut dan bawah laut.
Apa saja contoh aktivitas wisata bahari?
Contohnya antara lain snorkeling, diving, surfing, berlayar, memancing di laut, parasailing, serta beberapa kegiatan rekreasi pantai. Daftar aktivitas dapat berbeda sesuai karakter kawasan wisata.
Apa manfaat wisata bahari bagi masyarakat pesisir?
Dalam pengelolaan wisata berbasis masyarakat, wisata bahari dapat membuka peluang usaha dan mendukung aktivitas ekonomi lokal. Dampaknya tetap bergantung pada kondisi dan pengelolaan masing-masing kawasan.
Apakah snorkeling termasuk wisata bahari?
Ya. Snorkeling merupakan salah satu aktivitas wisata bahari karena dilakukan di lingkungan laut dan berkaitan dengan daya tarik bawah laut.
Referensi
Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2026 tentang Desa Wisata Bahari.” JDIH KKP, 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Wisata Bahari.” Kamus Hukum JDIH KKP.
Badan Pusat Statistik. Statistik Wisatawan Nusantara 2018. Badan Pusat Statistik.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. “KKP Optimalkan Desa Wisata Bahari untuk Ekonomi Pesisir dan Keberlanjutan.” KKP, 8 Februari 2025.








