Kalau akhir pekan terasa terlalu singkat untuk perjalanan jauh, Boyolali bisa jadi jalan tengah yang menarik. Dari Solo Raya, Semarang, maupun Jogja, kamu bisa mengejar udara pegunungan, pemandangan hijau, sampai deretan tempat foto cantik tanpa harus mengambil cuti panjang.
Kabupaten yang dikenal sebagai Kota Susu dan kerap dijuluki “New Zealand van Java” ini punya lanskap yang kuat: peternakan sapi, kebun-kebun hijau, serta Gunung Merapi dan Merbabu yang menjulang di kejauhan.
Sebagian tempat wisata Boyolali tersebar di kawasan Selo dan Cepogo yang berada di lereng pegunungan. Begitu kaca mobil dibuka, hawa dingin langsung terasa. Pemandangan pun berubah cepat dari permukiman menjadi ladang, perbukitan, dan siluet gunung.
Pilihan wisatanya juga tidak monoton. Ada taman edukasi untuk anak, gardu pandang buat mengejar sunrise, embung cantik, pemandian alami, hingga wisata air yang cocok untuk menghabiskan sore.
Mengapa Boyolali Menjadi Primadona Baru Pariwisata Jawa Tengah?
Boyolali makin dilirik karena aksesnya mudah dari Solo–Semarang dan Tol Trans Jawa, sementara kawasan Selo-Cepogo menawarkan udara sejuk serta panorama Merapi-Merbabu. Kombinasi akses, alam, dan pilihan wisata keluarga membuat kabupaten ini ideal untuk short escape.
Daya tarik Boyolali bukan sekadar kesan. Data Disporapar Kabupaten Boyolali mencatat 951.514 kunjungan wisatawan pada 2023, lalu melonjak menjadi 1.546.131 kunjungan pada 2024. Kenaikannya sekitar 62,5 persen.
Menariknya, sebanyak 1.544.835 kunjungan pada 2024 berasal dari wisatawan domestik. Angka tersebut menggambarkan karakter Boyolali sebagai tujuan liburan yang kuat untuk pasar lokal dan perjalanan singkat antarkota.
Udara pegunungan ikut menjadi magnet. Prakiraan BMKG untuk Kecamatan Selo pada 11 Agustus 2026 menunjukkan rentang suhu sekitar 14–25°C, cukup untuk membuat jaket terasa berguna sejak pagi.
10 Rekomendasi Tempat Wisata Boyolali Paling Hits

Kalau kamu sedang menyusun itinerary, jangan menjejalkan terlalu banyak lokasi dalam satu hari. Jarak di peta mungkin terlihat dekat, tetapi medan naik-turun di kawasan pegunungan bisa membuat perjalanan lebih lambat.
Berikut pilihan wisata hits Boyolali yang bisa kamu sesuaikan dengan gaya liburan: santai bersama keluarga, berburu foto, menikmati udara dingin, atau sekadar ingin duduk sambil memandangi gunung.
1. Cepogo Cheese Park (Cimory)
Cepogo Cheese Park cocok untuk keluarga yang ingin liburan tanpa membuat anak cepat bosan. Destinasi di Desa Genting, Kecamatan Cepogo ini merupakan bagian dari Cimory Group dengan konsep wisata peternakan, rekreasi, dan kuliner.
Bagian paling seru tentu area satwa. Anak-anak dapat berinteraksi dan memberi makan hewan seperti sapi, kambing, kelinci, domba, dan unggas.
Sesudah puas bermain, lanjutkan dengan mencicipi produk olahan susu, yoghurt, atau keju. Latar Merapi-Merbabu dan dekorasi warna-warni juga membuat tempat ini terasa seperti taman bermain yang dipasang di tengah kartu pos pegunungan.
2. Kawasan New Selo
New Selo menjadi salah satu nama yang nyaris selalu muncul ketika orang membicarakan wisata Selo. Dari kawasan ini, Gunung Merapi terlihat besar dan dekat, terutama saat langit sedang bersih.
Datang pagi punya dua keuntungan: udara masih segar dan peluang mendapat pemandangan gunung tanpa kabut lebih besar. Kamera ponsel saja sudah cukup untuk menangkap lanskap yang dramatis.
Area New Selo juga punya gazebo, tempat berkemah, serta tempat makan untuk beristirahat. Nongkrong di sini rasanya seperti duduk di balkon raksasa yang menghadap langsung ke Merapi.
3. Keindahan Epik di Embung Manajar
Embung Manajar menawarkan pemandangan yang terasa lebih liar dibanding taman wisata biasa. Embung di Desa Samiran, Selo ini berada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl, dengan Gunung Merapi sebagai latar utamanya.
Saat cuaca cerah, permukaan air menjadi seperti cermin besar yang memantulkan siluet gunung. Tak heran jika destinasi ini sering masuk daftar spot foto instagramable di Boyolali.
Ada satu hal yang perlu diperhitungkan: jalur terakhir cukup sempit dan menanjak. Pengunjung yang membawa mobil biasanya lebih praktis menyewa ojek warga lokal untuk mencapai area atas.
4. Bukit Sanjaya Selo
Kalau feed Instagram sedang butuh stok baru, Bukit Sanjaya layak masuk daftar. Daya tarik paling ikoniknya adalah gapura yang mengingatkan pada Pura Lempuyang Bali, tetapi dengan Gunung Merapi berdiri sebagai latar alami.
Waktu terbaik untuk hunting foto estetik adalah pagi hari. Cahaya masih lembut dan kabut biasanya belum terlalu tebal.
Siapkan tenaga untuk menaiki sejumlah anak tangga menuju area foto. Anggap saja sebagai pemanasan kecil sebelum mendapat pemandangan yang pantas dibawa pulang dalam galeri ponsel.
5. Merapi Garden
Berbeda dari Bukit Sanjaya yang mengandalkan panorama dramatis, Merapi Garden menawarkan suasana lebih santai. Hamparan bunga warna-warni, udara sejuk, dan latar pegunungan membuat tempat ini nyaman untuk berjalan tanpa terburu-buru.
Ada pula berbagai ornamen foto seperti kincir angin, gazebo, dan ayunan. Cocok untuk keluarga yang ingin piknik ringan atau pasangan yang ingin mencari latar foto manis tanpa trekking jauh.
Sebelum berangkat, cek kembali informasi tiket masuk wisata Selo dan jam operasional. Harga tiket dan ketentuan kunjungan bisa berubah sewaktu-waktu.
6. Kebun Raya Indrokilo
Ingin suasana lebih hijau dan tenang? Kebun Raya Indrokilo bisa menjadi jeda setelah beberapa destinasi pegunungan yang ramai.
Kebun raya di Kelurahan Kemiri, Mojosongo ini memiliki area sekitar 8,9 hektare dan menyimpan koleksi tumbuhan khas hutan hujan dataran rendah Jawa bagian timur.
Aktivitasnya sederhana, tetapi justru menyenangkan: piknik, berjalan santai, dan bersepeda di area hijau. Pengelola juga menyediakan beberapa jenis sepeda untuk disewa.
Tempat ini cocok untuk rekomendasi liburan keluarga Boyolali jika kamu mencari destinasi yang tidak terlalu menguras tenaga.
7. Lembah Gunung Madu
Lembah Gunung Madu di Kecamatan Simo punya karakter berbeda dari wisata Selo. Kawasan ini memadukan perbukitan, taman rekreasi, spot foto, aktivitas keluarga, dan area kuliner dalam satu lokasi.
Lokasinya berada di Jalan Simo-Klego, Kedunglengkong. Kawasan sekitar Bukit Gunung Madu juga memiliki jejak sejarah berupa gua peninggalan masa Jepang.
Kalau ingin menambah sedikit adrenalin, tersedia aktivitas seperti flying fox dan sepeda melayang. Setelahnya, kamu bisa beristirahat di restoran sambil menikmati suasana perbukitan.
8. Umbul Pengging
Saat tubuh mulai lelah setelah naik-turun kawasan pegunungan, Umbul Pengging menawarkan jenis wisata yang lebih menenangkan. Kompleks pemandian di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono ini berkaitan dengan keluarga Kasunanan Surakarta dan pernah digunakan sebagai pemandian Paku Buwono X.
Kawasannya memiliki beberapa pemandian, antara lain Umbul Manten, Umbul Ngabean, dan Umbul Dudo. Daya tarik utamanya tentu berendam di mata air alami yang jernih dan terasa segar.
Sensasinya berbeda dari kolam renang modern. Airnya seperti tombol reset setelah seharian berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain.
9. Bukit Gancik Selo
Buat pemburu sunrise, Bukit Gancik pantas mendapat alarm paling pagi. Dari kawasan perbukitan ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan lembah, Gunung Merapi, dan suasana lereng Merbabu.
Saat kondisi mendukung, pemandangan sunrise dan hamparan awan menjadi hadiah utama. Kabut yang bergerak di bawah bukit membuat lanskap terlihat seperti lautan putih.
Pakai sepatu yang nyaman dan bawa jaket. Hawa pagi di Selo tidak mengenal kompromi, terutama jika kamu datang sebelum matahari naik penuh.
10. Waduk Kedung Ombo
Setelah sembilan destinasi dengan suasana perbukitan dan pegunungan, Waduk Kedung Ombo memberi penutup yang lebih lapang. Waduk seluas sekitar 6.576 hektare ini mencakup wilayah Boyolali, Grobogan, dan Sragen.
Aktivitas yang bisa dicoba cukup santai, mulai dari naik perahu, memancing, hingga menikmati kuliner ikan air tawar. Cocok untuk sore hari ketika kamu sudah tidak ingin mengejar banyak agenda.
Waduk Kedung Ombo tidak hanya menawarkan panorama air, tetapi juga menjadi Spot wisata kuliner favorit bagi keluarga yang ingin mencicipi ikan bakar dan olahan ikan air tawar sambil menikmati pemandangan.
Kesimpulan: Siapkan Jaket dan Kamera Anda!
Boyolali punya banyak wajah dalam satu perjalanan. Kamu bisa memberi makan hewan di Cepogo Cheese Park, menatap Merapi dari New Selo, mengejar pantulan gunung di Embung Manajar, lalu menutup hari dengan berendam atau makan ikan bakar.
Supaya perjalanan tidak terasa seperti lomba mengejar lokasi, kelompokkan destinasi berdasarkan wilayah. Wisata Selo dan Cepogo bisa ditempatkan dalam satu rute, sementara Kebun Raya Indrokilo, Umbul Pengging, atau Waduk Kedung Ombo dapat dijadwalkan terpisah.
Jaket, sepatu nyaman, dan kamera sebaiknya masuk tas sejak awal. Boyolali mungkin dekat, tetapi pemandangan dan hawa dinginnya cukup untuk membuat akhir pekan terasa jauh dari rutinitas.
FAQ Seputar Liburan ke Boyolali
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi kawasan Selo di Boyolali?
Sangat disarankan datang pada pukul 06.00–09.00 saat cuaca cerah agar peluang melihat Gunung Merapi tanpa tertutup kabut lebih besar.
Apakah akses jalan ke tempat wisata pegunungan aman untuk mobil biasa?
Akses jalan utama menuju kawasan wisata umumnya dapat dilalui mobil, tetapi pastikan rem dan mesin dalam kondisi prima karena banyak jalur memiliki tanjakan panjang dan turunan curam. Untuk Embung Manajar, perjalanan terakhir lebih praktis menggunakan ojek lokal karena jalannya sempit dan menanjak.
Apa oleh-oleh khas Boyolali yang wajib dibeli?
Jangan pulang tanpa mencoba atau membawa susu segar, keju lokal Cepogo, abon sapi, dendeng sapi, dan marning jagung sebagai buah tangan dari Kota Susu.









